Jangan meremehkan bisnis fotokopi. Dengan dikelola secara serius, fokus, dan apik, sebuah jasa fotokopi bisa mengurita. Sebut saja Snapy, yang 44 cabangnya tersebar di se-antero Jabodetabek.Bisnis jasa fotokopi di Indonesia mulai menjamur pada era 1980-an. Kehadiran Snapy sendiri bisa dibilang agak terlambat, yakni baru mulai pada 1998. Adalah Andrianto Soemakno yang akrab disapa Dede, yang menjadi pendirinya.
Karena jasa fotokopi yang ”biasa saja” sudah sangat banyak, maka Dede terpikir untuk membuat usahanya tampil beda. Caranya? Dengan membuat layanannya berkualitas tinggi. Mulai dari hasil fotokopi yang baik, model gerai menarik, bahkan layanan 24 jam penuh. Kini Snapy membuka sistem waralaba di bawah naungan PT Snapindo Waralaba Sukses (SWS). Mengapa harus 24 jam? Menurut Dede, manusia membutuhkan suatu support center yang bisa menunjang kebutuhannya yang juga 24 jam.
Outlet pertama Snapy berdiri tahun 1998 di Jalan Gandaria I No 88 Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Bedanya dengan layanan fotokopi lain, Snapy lebih mirip dengan business center, di mana pelanggan bisa menikmati layanan lain seperti kirim faks, mencetak dokumen, dan sebagainya. Tempatnya pun nyaman, ber-AC, dengan karyawan yang sigap dan ramah. Setahun kemudian mereka membuka outlet di Benhil, Bintaro, dan Thamrin.
Dari sisi teknologi juga dipikirkan demi bisa memuaskan pelanggan. Mereka menggunakan Mesin 5080 agar dapat masuk ke pasar Larrge Format Architectural. Tahun 2000, Snapy menjalankan program Service Guarantee, di mana pelanggan dapat meminta ganti jika kualitas tak memuaskan. Tahun yang sama mereka membuka outlet di Cideng dan Kyai Tapa.
Pada 2001, Snapy masuk ke era print color digital dengan Dacucolor 2060. Setahun kemudian, outlet Cideng pindah ke Tebet. 2002, outlet Kyai Tapa pindah ke Kemang. Tahun 2004, mereka memindahkan outlet Thamrin ke Kelapa Gading. Dua tahun kemudian buka outlet Wolter. Tahun itu juga Snapy mengikuti perkembangan zaman dengan mesin Canon W8400.
Baru pada 2006 itulah terpikirkan oleh Dede untuk menjalankan sistem cabang, waralaba alias franchise, dan B2B. Setahun kemudian, head office Snapu pindah ke gedung yang tiga kali lebih luas, dengan tema baru "Snapy To Be Open And To Be Accessible Concept." Tahun 2007 itu mereka pun makin mantap di pasar cetak digital dengan membeli mesin Docu 8000 pertama di Jakarta. Mesin ini diklaim sebagai mesin cetak tercepat dan tercanggih dari Fuji Xerox.
Bisnis waralaba Snapy juga berkembang baik. Berkat launching Franchise Opportunity di Exhibisi Franchise di Balai Sidang Jakarta, Snapy mendapatkan 170 calon franchise potensial. Kini, setidaknya ada 20 outlet franchise di Jabodetabek dan Malang. Untuk urusan cetak mencetak, Snapy juga dapat diandalkan menerima pesanan cetak merchandise seperti mug, pin, T-shirt, bagi perusahaan maupun personal. Saat ini Snapy melayani setidaknya 2,5 pelanggan per tahun. Seluruh cabang Snapy mengalami keuntungan dengan rata-rata gross margin 60% dan payback period 1½ tahun.
Selain jasa fotokopi dan cetak, Snapy juga menerima jasa desain grafis, Architectural plotter scan and Print, large media printiIndoor, outdoor & neon box, pengetikan, document finishing, advertising placement, bahkan shipment dan ticketing.
Terimakasih informasinya Jual fotocopy Kebayoran Baru
BalasHapus